Categories
Fiksi

Menulis Novel Horor Petualangan, Sebuah Proyek

selain sibuk mengotak-atik kode untuk membangun website, saya juga punya hobi menulis fiksi.

Belakangan ini saya sedang menyiapkan draft untuk novel.

Jadi begini, selain sibuk mengotak-atik kode untuk membangun website, sibuk membaca manga serta menonton anime, saya juga punya hobi menulis fiksi.

Fiksi yang saya tulis biasanya fiksi yang sangat pendek, alias flash fiction1Flash fiction is a fictional work of extreme brevity that still offers character and plot development.. Kisaran 500 – 1000 kata. Tidak ada yang spesial dari fiksi-fiksi pendek tersebut. Saya cuma senang saja menulisnya. Tidak ada desakan sosial, politis, ekonomi, atau pesan moral apapun. Wong saya cuma menulis untuk menghibur diri.

Beberapa contoh tulisan fiksi pendek tersebut bisa dibaca di sini, di sini, di sini. (Sebetulnya banyak di tempat lain, tapi saya lupa naruh di mana).

Mengapa Menulis Novel

Terbiasa menulis pendek lama-lama membuat saya penasaran, bagaimana kalau mencoba menulis dengan bentuk yang lebih panjang. Bentuk yang lebih panjang tentu membuat kita lebih leluasa untuk menggambarkan latar, nuansa, membangun karakter, serta mengolah story world. Konflik yang disodorkan juga bisa berlapis-lapis. Dari situ sudah mulai muncul bibit keinginan untuk menulis novel.

Pemicu yang lain adalah kemunculan anime modern di tahun 2019, sebut saja Dororo2Dororo revolves around a rōnin named Hyakkimaru (百鬼丸) and young orphan thief named Dororo (どろろ) during the Sengoku period. , Demon Slayer3Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (Japanese: 鬼滅の刃, Hepburn: Kimetsu no Yaiba, lit. “Blade of Demon Destruction”) is a Japanese manga series written and illustrated by Koyoharu Gotōge. , dan Mob Psycho 100 II4Mob Psycho 100 (Japanese: モブサイコ100, Hepburn: Mobu Saiko Hyaku) is a Japanese manga series written and illustrated by ONE.. Kamu belum nonton ketiganya?! Silakan tutup laman ini, dan segeralah menonton!

Ketiga judul ini sangat populer di tahun rilisnya. Demon Slayer sendiri jumlah penjualan komiknya sudah mulai membayangi One Piece5In 2019, approximately 10 million copies of “One Piece” have been sold in Japan. The latest numbers on Mipon’s website shows that “Demon Slayer” has out-sold “One Piece” by about two million, for a total of 12,057,628 copies sold so far.. Sementara Dororo adalah adaptasi dari manga karya the one and only Osamu Tezuka6Osamu Tezuka (Japanese: 手塚 治虫, born 手塚 治, Hepburn: Tezuka Osamu, 3 November 1928 – 9 February 1989) was a Japanese manga artist, cartoonist, and animator. Born in Osaka Prefecture, his prolific output, pioneering techniques, and innovative redefinitions of genres earned him such titles as “the Father of Manga“, “the godfather of manga” and “the god of manga”.. Oh, dan Mob Psycho 100 adalah buah karya ONE7One, stylized as ONE, is the pseudonym of a Japanese manga artist, best known for his web manga[2] series One-Punch Man, si komikus ngaco yang juga melahirkan One Punch Man8One-Punch Man (Japanese: ワンパンマン, Hepburn: Wanpanman) is a Japanese superherowebcomic created by the artist One in early 2009. It has a manga adaptation illustrated by Yusuke Murata, as well as an anime adaptation. Following its publication, the webcomic quickly went viral, surpassing 7.9 million hits in June 2012..

Menarik untuk melihat bahwa ketiga judul populer ini memiliki nafas yang mirip-mirip satu sama lain: unsur hantu-hantu Jepang. Dororo dan Demon Slayer, setting-nya Jepang sebelum perang dunia 1. Sementara Mob Psycho 100, setting-nya jaman modern. Ketiganya menawarkan protagonis remaja yang mudah disukai, khas Shonen9Shōnen, shonen, or shounen manga (少年漫画, shōnen manga) is manga aimed at a young teen male targetdemographic. , sesuai target demografi.

Terus terang saya iri melihat bagaimana kisah-kisah tersebut diproduksi. Industri mereka sehat betul!

Kecemburuan itulah yang menebalkan niat untuk mulai menulis draft novel. Saya punya ide cerita yang mengendap lama. Story world-nya tentang dunia hantu-hantu, karakternya remaja, musuh besarnya kuat dan jahat.

Adapun dunia hantu dan sosok-sosok siluman yang saya kembangkan akan sangat dipengaruhi oleh cerita-cerita hantu dari Bali dan Yogyakarta. Saya tumbuh besar di dua regional itu. Cerita-cerita mistis dari kedua wilayah itu mewarnai masa kanak-kanak, saya ingin meneruskan cerita-cerita mistis tersebut, tentu dengan modifikasi di sana-sini.

Proses penulisannya sejauh ini masih lancar. Belum ada kendala berarti. Seperti yang Arswendo Atmowiloto katakan, “mengarang itu gampang!”. Betul itu, beliau tidak berdusta. Mengarang memang gampang. Mengeditnya yang susah setengah mati.

Konon, ide cerita yang baik harus bisa disarikan dalam satu kalimat singkat. Kalimat singkat ini juga sering disebut sebagai logline10A log line or logline is a brief (usually one-sentence) summary of a television program, film, or book that states the central conflict of the story, often providing both a synopsis of the story’s plot, and an emotional “hook” to stimulate interest. Berikut ini logline cerita yang sedang saya tulis:

Seorang anak penakut terpaksa menjadi pembasmi setan untuk membebaskan adiknya yang diculik siluman.

Terdengar seperti Tanjiro Kamado hendak menyelamatkan Nezuko?11The central story of Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba. Tanjiro Kamado, a teenager who goes on a quest to restore the humanity of his sister, Nezuko, who was turned into a demon after his family was killed by Muzan Kibutsuji. Semoga tidak. Nezuko toh bukan jenis adik perempuan yang bisa sebegitu mudahnya diculik oleh siluman.


N.B
Saat blog ini ditulis, draft novel ini masih berada di tahap akhir outline, dan mulai masuk ke tahap pengembangan karakter utama. Saya penganut paradigma menulis dengan outline.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.